Pages

Tuesday, November 26, 2013

TINGGALKANLAH PERDEBATAN           

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

sahabat fillah yg saya hormati ...
Rasulullah SAW  bersabda : ” Tidaklah  sesat  sesuatu  kaum  sesudah  mendapatkan  petunjuk  kecuali  sesudah  mereka  diberi  jidal  ( perdebatan )”      ( HR.Ahmad 2/252  ,  Tirmidzi : 3252  ,  Ibnu  Majah  : 48   dll )Rasulullah  SAW  bersabda  : ”  Seseorang  hamba  itu  belum  mencapai  hakekat  iman  dengan  sempurna  sehingga  ia  meninggalkan  perdebatan  walaupun  ia  berada  pada  pihak  yang  benar ”Muslim  bin  Yasir  berkata : ”  Jauhilah  perdebatan  itu , karena  perdebatan  itu  merupakan  energi  yang  terbuang  dengan  sia-sia  bagi  orang  yang  berilmu , dan  dalam  perdebatan  itu syetan  selalu  berusaha  untuk  menggelincirkan ”Pada  suatu  ketika  dikatakan  kepada  Imam  Malik  : ”  Seseorang  yang  berilmu  tentang  Sunnah-Sunnah  apakah  ia  berdebat  untuk  membela  Sunnah-Sunnah  tersebut ? ”  Beliau  menjawab  : ” Tidak ,  tetapi  hendaklah  dia  khabarkan  tentang  Sunnah-Sunnah  kalau  diterima ( maka  bagus ) , kalau  tidak  maka  hendaklah  dia  diam .”Imam Malik  berkata : ”  Adu  mulut  ( debat )  dan  berbantah-bantahan  dalam  ilmu  akan  menghilangkan  cahaya  ilmu ”.  Beliau  juga  berkata : ”  Debat  dalam  masalah  ilmu  akan  mengeraskan  hati  dan  menimbulkan  pencelaan-pencelaan  ( saling  mencela  ) .  Beliau  juga  berkata : ”  Seseorang  diantara  mereka (  yang suka  berdebat )  berbicara  bagaikan  onta  yang  meradang  karena  syahwat  dengan  mengatakan  ;  ini  begini . . . ini  begini ,  menggeram  dalam  ucapannya”Ibrohim An-Nakhaiy  berkata : ”  Tidak  pernah  sekalipun  aku  berdebat atau  perang  mulut ”Abdul Karim Aljazairy  berkata : ” Tidak akan   pernah  berdebat  seseorang  yang  wara’ ”Disebutkan  dalam  sunan at-Tirmidzi  dan  lain-lainnya  dari  Abdullah  bin  ’amr  secara  marfu’  Rasulullah  SAW  bersabda : ” Sesungguhnya  Allah  sangat  membenci  orang-orang  yang  pandai bicara  yang  memutar-mutar  lisannya  ( ahli debat ). ( HR :  at-Tirmidzi : 2582 , Ahmad 2/165 ,  Abu Daud : 5005 )Firman  Allah  SWT : “ Dan mereka  berkata: " Manakah  yang  lebih  baik  tuhan-tuhan  kami  atau  dia (Isa)? Mereka  tidak  memberikan  perumpamaan itu  kepadamu  melainkan  dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. “   ( QS. AZ-Zukhruf : 58 )Rasulullah SAW  bersabda : “  Orang  mukmin  itu  bukanlah  orang  yang  suka  mencela , suka  mengutuk , suka  berkata  kotor  dan  bukanlah  orang  yang  suka  bersilat  lidah  ( berdebat ) .  (  HR. Al-Hakim )Rasulullah  SAW  bersabda : “  Haram  bagi  orang  yang suka   berkata  kotor  untuk  masuk  sorga “.Iyadl  berkata : “  wahai  Rasulullah ,  sesungguhnya  ada  seseorang  dari  kelompokku  yang  mencela  dan  mencaci  maki  saya ,  maka  apakah  saya  boleh  mencela  dan  mencaci  maki  orang  tersebut ? , Beliau  menjawab : “  Dua  orang  yang  saling  mencaci  adalah  dua  syetan  yang  sedang  bertengkar  dan  berdebat”  ( diriwayatkan  oleh Ath Thayalusi berasal  dari Ahmad )Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Aku menjamin sebuah rumah di pinggir Jannah (surga) bagi siapa saja yang Meninggalkan Perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang Meninggalkan Berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang Berakhlak Mulia” (HR. Abu Dawud)Umar Bin Khattab berkata : “Seseorang tidak akan merasakan hakikat iman sampai ia mampu meninggalkan perdebatan yang berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran, dan meninggalkan berbohong meskipun hanya bercanda padahal ia tahu seandainya ia mau ia pasti menang dalam perdebatan itu” (Kanzul Ummal juz 3 hal 1165)Allah berfirman: Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A'raf 7:199)Allah berfirman: "dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)

No comments:

Post a Comment